Skip to main content
Gratis desain dari tim kamiTanpa minimal orderNama kelas & angkatan bebasKirim ke seluruh Indonesia
Apa Bedanya Jaket Jurusan dan Jaket Himpunan?
Artikel

Apa Bedanya Jaket Jurusan dan Jaket Himpunan?

Tiga jaket kampus yang terlihat mirip sebenarnya dimiliki tiga pihak yang berbeda. Pemiliknya menentukan siapa yang tanda tangan, uang siapa yang dipakai, apa yang boleh naik ke dadanya, dan apakah desainnya harus bisa diulang tahun depan.


  • Jaket jurusan, jaket organisasi, dan jaket himpunan dibedakan oleh pemiliknya, bukan oleh model, bahan, atau harganya.
  • Himpunan adalah sebuah badan dengan pengurus, jalur dana yang wajib dipertanggungjawabkan, dan logo yang tertulis di Anggaran Dasar. Satu kelas tidak punya satu pun dari itu.
  • Lambang universitas sah dipakai di jaket mahasiswa, tetapi tidak boleh dimodifikasi, dan mahasiswa yang melanggar dikenakan sanksi akademik.
  • Level Garment mengerjakan jaket kelas, angkatan, dan organisasi pelajar dari Surabaya, termasuk pesanan yang harus bisa diulang tahun berikutnya.

Keputusan Mendikbud Nomor 155/U/1998 Pasal 4 menempatkan organisasi kemahasiswaan intra kampus sebagai "kelengkapan non struktural pada organisasi perguruan tinggi". Kalimat itu terdengar sangat jauh dari urusan warna lengan dan font nama angkatan.

Masalahnya, dari status itulah turun hampir semua hal yang membuat pesanan jaket himpunan berjalan berbeda dari pesanan satu kelas. Himpunan punya pengurus, punya jalur uang, dan punya logo yang tertulis di Anggaran Dasar.

Satu kelas tidak punya satu pun dari ketiganya. Selama pemiliknya belum diputuskan, perdebatan model dan warna di grup adalah perdebatan yang salah alamat, dan itu biasanya baru ketahuan ketika konveksi meminta satu nama untuk invoice.

Apa Itu Jaket Jurusan, Jaket Organisasi, dan Jaket Himpunan?

Halaman yang membandingkan ketiganya hampir selalu berhenti di model dan bahan. Padahal ketiga nama itu menunjuk pada tiga pemilik yang berbeda, dan pemiliklah yang menentukan sisanya.

Kami sudah punya halaman yang mengurus definisi umumnya, yaitu memilih jaket kelas, jaket angkatan, dan jaket himpunan. Bagian ini mengambil sudut yang berbeda: siapa yang memiliki jaketnya.

Diagram tiga kolom membandingkan jaket kelas dan angkatan, jaket jurusan atau prodi, dan jaket himpunan berdasarkan pemilik, penanda tangan invoice, sumber uang, dan umur desain.
Pemilik, penanda tangan, dan umur desain

1. Jaket kelas dan jaket angkatan

Pemiliknya adalah kerumunan, bukan badan. Tiga puluh sampai seratus lima puluh orang yang kebetulan masuk pada tahun yang sama dan sepakat memesan bersama.

Kerumunan tidak punya pengurus, tidak punya kas, dan tidak punya penerus. Panitianya dibentuk untuk satu pekerjaan dan bubar setelah jaketnya dibagikan.

  • Keputusan desain sah karena disepakati, bukan karena ada yang berwenang memutuskan.
  • Uangnya adalah kumpulan uang pribadi, bukan kas organisasi.
  • Setelah semua lulus, tidak ada pihak yang mewarisi desainnya.

2. Jaket jurusan atau prodi

Inilah sumber kekacauan terbesar, karena "jurusan" bisa berarti dua hal yang sangat berbeda. Kadang yang dimaksud adalah satu angkatan di sebuah prodi, kadang yang dimaksud adalah himpunan mahasiswa prodi tersebut.

Dua arti itu punya pemilik yang berbeda. Yang pertama pemiliknya kerumunan, yang kedua pemiliknya organisasi.

  • Kalau yang memesan adalah angkatan 2026 Teknik Industri, itu jaket angkatan yang kebetulan berlabel jurusan.
  • Kalau yang memesan adalah HMTI sebagai organisasi, itu jaket himpunan.
  • Pertanyaan pembeda: adik tingkat tahun depan akan memesan desain yang sama atau tidak.

3. Jaket himpunan

Pemiliknya adalah organisasi yang umurnya lebih panjang daripada pengurusnya. Kepmendikbud 155/U/1998 Pasal 7 menyebut pengurus organisasi kemahasiswaan sekurang-kurangnya terdiri atas ketua umum, sekretaris, dan anggota pengurus.

Pasal 8 menyatakan keanggotaannya adalah seluruh mahasiswa yang terdaftar dan masih aktif pada tingkat tersebut. Jadi anggotanya berganti terus, sementara organisasinya tetap.

  • Ada yang berwenang menandatangani, karena ada struktur.
  • Ada yang bertanggung jawab kalau uangnya kurang.
  • Ada yang mewarisi desainnya tahun depan.

4. Jaket UKM dan organisasi non-jurusan

Secara kepemilikan, jaket UKM berdiri di tempat yang sama dengan jaket himpunan. Bedanya, anggotanya datang dari banyak prodi dan angkatan sekaligus.

Akibatnya, pendataan ukurannya tidak bisa menumpang daftar kelas. Pola yang sama berlaku untuk seragam PDL dan PDH organisasi pelajar, yang juga milik organisasi dan bukan milik kepanitiaan tahun ini.

5. Jaket almamater

Ini satu-satunya yang sama sekali bukan urusan panitia. Pemiliknya universitas, desainnya ditetapkan universitas, dan panitia tidak punya pintu masuk ke mana pun di dalamnya.

Menariknya, Peraturan Rektor Universitas Bengkulu Nomor 2 Tahun 2016 memisahkan keduanya secara eksplisit. Pasal 2 ayat (4) mencantumkan "pakaian Resmi Universitas" pada huruf g dan "atribut Mahasiswa (Jaket, topi dll)" pada huruf j sebagai dua keperluan yang berbeda.

Satu pertanyaan penyaring

Kalau seluruh orang yang memesan jaket ini lulus tahun depan, jaketnya masih punya pemilik atau tidak.

Kalau jawabannya tidak, Anda sedang mengerjakan proyek sekali jadi. Kalau jawabannya ya, Anda sedang mengerjakan produk yang akan dipesan ulang, dan itu pekerjaan yang lain.

Sekelompok pelajar berseragam sama berjalan beriringan di area sekolah, punggung mereka menghadap kamera.
Ilustrasi Unsplash

Siapa yang Memutuskan dan Siapa yang Membayar

Dua rezim uang, dan dua rezim mandat. Panitia yang tidak tahu sedang berada di rezim yang mana biasanya baru sadar saat konveksi meminta nama dan nomor untuk invoice.

1. Uang kelas tidak punya badan di belakangnya

Iuran kelas adalah kumpulan uang pribadi yang dititipkan kepada seseorang. Tidak ada kas organisasi yang menalangi, dan tidak ada pengurus berikutnya yang bisa dimintai tanggung jawab.

Itu sebabnya bendahara kelas sebaiknya tidak pernah memakai rekening pribadi tanpa catatan terbuka. Konsekuensi kekurangan uang jatuh ke orang, bukan ke lembaga.

2. Uang himpunan punya jalur dan wajib dipertanggungjawabkan

Kepmendikbud 155/U/1998 Pasal 10 menyatakan pembiayaan kegiatan organisasi kemahasiswaan dibebankan pada anggaran perguruan tinggi yang bersangkutan dan/atau usaha lain seizin pimpinan, lalu dipertanggungjawabkan sesuai peraturan perundang-undangan.

Kalimat terakhir itu yang penting. Uang himpunan selalu punya laporan di ujungnya, dan laporan itu butuh bukti.

  • Nota dan kuitansi dari konveksi, bukan sekadar tangkapan layar percakapan.
  • Bukti transfer atas nama yang jelas.
  • Dokumen pajak jika pengeluarannya menuntut demikian.

3. Dana anggota, usaha, dan dana sukarela

Anggaran Dasar tiap himpunan biasanya merinci sumber hartanya. AD/ART HIMA Akuntansi Universitas Dinamika Pasal 13, misalnya, menyebut dana wajib yang dikutip dari anggota, usaha yang sah dan tidak melanggar etika, serta dana sukarela.

Artinya jaket himpunan sering dibiayai campuran. Dan campuran selalu lebih rumit di tahap penagihan daripada satu iuran seragam.

4. Proposal 30 hari kerja, LPJ 7 hari kerja

Inilah angka yang paling sering mengejutkan panitia baru. Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, dalam mekanisme pengajuan proposal dan LPJ ormawa yang diterbitkan 27 April 2026, menetapkan proposal diajukan selambat-lambatnya 30 hari kerja sebelum tanggal pelaksanaan.

Laporan pertanggungjawabannya selambat-lambatnya 7 hari kerja setelah kegiatan. Ormawa yang telat dikenai sanksi administratif berupa penundaan atau penolakan pengajuan proposal berikutnya.

Untuk panitia jaket, konsekuensinya sederhana dan keras: waktu produksi konveksi hidup di dalam amplop birokrasi ini, bukan di sampingnya. Aturan tiap fakultas berbeda, jadi angka kampus Anda perlu dicek sendiri.

Garis waktu enam titik dari proposal H-30 hari kerja, persetujuan dan pencairan, DP ke konveksi, masa produksi, hari bagi, sampai LPJ H+7 hari kerja.
Produksi terjepit tenggat proposal dan LPJ

5. Satu nama untuk invoice, DP, dan pelunasan

Konveksi bekerja dengan satu penanggung jawab, bukan dengan grup. Tentukan satu nama sebelum meminta penawaran, dan jangan menggantinya di tengah jalan.

  • Untuk kelas: satu bendahara, satu rekening, satu rekap terbuka yang bisa dilihat semua orang.
  • Untuk himpunan: nama yang sama dengan yang tercantum di proposal dan nantinya di LPJ.
  • Untuk keduanya: nomor WhatsApp yang aktif sampai barang diterima, bukan sampai desain disetujui.

6. Kalau enam orang tidak membayar

Di kelas, kekurangan itu ditanggung sisa peserta atau ditanggung bendahara. Tidak ada pihak ketiga, dan inilah alasan jumlah pemesan sebaiknya dikunci sebelum DP turun.

Di himpunan, jawabannya berbeda karena ada kas dan ada anggaran. Tetapi talangan itu tetap harus muncul di laporan, jadi bukan jalan pintas melainkan pos yang harus dijelaskan.

Meja kerja dengan lembar rekap tercetak, kalkulator, dan beberapa pena, diambil dari atas.
Ilustrasi Unsplash

Apa yang Boleh Naik ke Dada Jaket

Dada jaket kampus biasanya memuat beberapa lapis identitas sekaligus. Satu di antaranya bukan milik panitia untuk diutak-atik, dan itu yang paling sering diubah tanpa sadar.

1. Lambang universitas memang boleh dipakai

Peraturan Rektor UNIB Nomor 2 Tahun 2016, yang ditetapkan 4 Januari 2016, Pasal 2 ayat (4) huruf j menyebut "atribut Mahasiswa (Jaket, topi dll)" sebagai salah satu keperluan penggunaan logo universitas yang sah.

Jadi kekhawatiran bahwa lambang kampus sama sekali tidak boleh menempel di jaket mahasiswa umumnya keliru. Yang diatur bukan boleh atau tidaknya, melainkan bentuknya.

2. Tetapi tidak boleh dimodifikasi

Pasal 6 huruf a peraturan yang sama melarang setiap orang merusak, merekayasa, mengubah, atau memodifikasi lambang, logo, dan cap sehingga berbeda dari bentuk yang diatur dalam Statuta.

Pasal 7 ayat (5) menegaskan mahasiswa yang melanggar larangan itu dikenakan sanksi akademik. Saya membaca kesembilan halaman peraturan itu untuk memastikan kalimatnya memang sekeras itu, dan memang iya.

Pola yang sama muncul di kampus lain secara independen. Panduan merek Universitas Gadjah Mada melarang perubahan komposisi, perubahan rasio, pemotongan sebagian logo, pemindahan wordmark, dan penggantian warna, lalu menutup dengan kalimat bahwa penggunaan di luar panduan tidak diperbolehkan.

Untuk bordir, godaannya nyata. Detail halus sulit dijahit pada ukuran kecil, dan jalan pintas yang paling sering diambil adalah menyederhanakan bentuk atau membuang satu elemen. Itu persis yang dilarang.

3. Warnanya kadang sudah punya kode resmi

Peraturan UNIB mengunci warna lambangnya sampai kode heksadesimal: biru tua #151B54 untuk latar belakang, dan kuning #FFFF00 untuk matahari dan kelopak bunga rafflesia.

Kalau kampus Anda punya ketentuan serupa, jangan mengira-ngira warnanya dari file hasil unduhan. Kirim kode warnanya ke konveksi bersama file aslinya.

Peraturan itu bahkan menetapkan warna dasar bendera tiap fakultas secara terpisah, misalnya merah #D70000 untuk Fakultas Hukum. Warna resmi fakultas dan warna resmi universitas tidak selalu sama, jadi keduanya perlu ditanyakan.

Close-up bordir berwarna terang di atas kain gelap, memperlihatkan rapatnya jahitan dan tepi motif.
Ilustrasi Unsplash

4. Logo himpunan adalah milik himpunan

Di banyak organisasi, logo bukan aset desain melainkan pasal. AD/ART HIMA Akuntansi menempatkan logo di Pasal 3 sebagai identitas organisasi, dan Pasal 14 menyatakan perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan melalui rapat anggota.

Artinya panitia jaket tidak berwenang merapikan, memiringkan, atau memodernkan logo himpunan sendiri. Yang boleh diputuskan panitia adalah penempatan dan ukurannya, bukan bentuknya.

5. Nama angkatan, tahun, dan nama punggung

Lapisan inilah yang benar-benar milik panitia, dan di sinilah energi desain sebaiknya dihabiskan. Tidak ada peraturan rektor yang mengatur font nama punggung.

  • Kunci ejaan nama punggung lewat formulir, bukan lewat percakapan grup.
  • Tetapkan batas jumlah karakter sebelum pendataan dibuka, karena bordir punya batas lebar.
  • Simpan daftar final dalam satu berkas, satu baris per orang.

Soal keselarasan warna dan penempatan logo, kami sudah membahasnya terpisah di tips warna dan logo untuk outfit komunitas.

6. Logo sponsor

Sponsor membayar untuk ruang di dada atau lengan, dan itu sah. Yang bermasalah adalah menaruh logo sponsor berdampingan dengan lambang universitas tanpa izin.

  • Aman: logo sponsor di lengan atau punggung bawah, terpisah jelas dari atribut kampus.
  • Berisiko: logo sponsor menempel pada blok yang sama dengan lambang universitas.
  • Selalu tanyakan ke bagian kemahasiswaan sebelum file dikirim ke konveksi, bukan sesudah.

Pesanan Satu Kelas Tidak Sama dengan Pesanan Himpunan

Di titik ini perbedaannya berhenti menjadi soal administrasi dan mulai menjadi soal produksi. Satu adalah proyek sekali jadi, satunya adalah produk yang dipesan ulang.

1. Sekali jadi versus pesan ulang

Jaket angkatan diproduksi satu kali untuk satu populasi yang jumlahnya diketahui. Setelah dibagikan, pekerjaannya selesai.

Jaket himpunan diproduksi berulang untuk populasi yang berganti tiap tahun. Kualitas pekerjaannya diukur dari apakah batch tahun depan masih bisa menyamai batch tahun ini.

2. Kenapa warna tahun ini bisa berbeda

Jawabannya ada pada dye lot. Menurut TextileGlossary, satu dye lot adalah kain yang dicelup dalam bak yang sama pada waktu yang sama, dan penanda inilah yang membedakan satu batch pencelupan dari batch lainnya.

Perbedaan warna antar lot muncul karena perubahan suhu, kualitas air, komposisi zat warna, rasio air terhadap kain, dan lama proses pencelupan. Perbedaannya kecil, tetapi terlihat jelas ketika dua jaket berdiri bersebelahan.

Saran praktisnya juga dari sumber yang sama: beli seluruh kebutuhan satu proyek dari lot yang sama, dan simpan kain berdasarkan nomor lotnya agar tidak tercampur.

Tumpukan kain berwarna senada dilihat dari dekat; selisih tipis antar potongan terlihat ketika keduanya berdampingan.
Ilustrasi Unsplash

3. Satu batch untuk satu angkatan

Dari sini turun satu aturan yang jarang ditulis: jangan memecah satu angkatan menjadi dua gelombang pemesanan.

  • Gelombang kedua berisiko jatuh ke lot kain yang berbeda.
  • Perbedaannya baru terlihat saat foto bersama, ketika sudah terlambat.
  • Lebih baik menunda pengumpulan uang seminggu daripada memecah produksi.

4. Berkas yang wajib diwariskan

Inilah inti pekerjaan jaket himpunan, dan hampir tidak pernah masuk daftar tugas kepanitiaan.

  • File bordir siap produksi, bukan hanya file gambar.
  • Spec sheet berisi jenis kain, gramasi, warna, dan jenis aksesori.
  • Swatch kain yang sudah disetujui, disimpan fisik.
  • Nomor lot kain yang dipakai batch terakhir.
  • Tabel ukuran yang benar-benar dipakai, bukan tabel umum.
  • Nama dan kontak konveksi beserta nomor pesanan terakhir.

Urusan tabel ukuran ini punya halamannya sendiri di cara ukur jaket dan workshirt, dan sebaiknya dilampirkan apa adanya ke berkas serah terima.

5. Pendataan ukuran sekali versus berulang

Kelas mendata ukuran satu kali seumur hidup kepanitiaannya. Himpunan mendata ulang tiap tahun untuk anggota yang berbeda.

Karena itu himpunan butuh sesi ukur dengan sampel fisik, bukan sekadar tabel di grup. Sampel yang sama dipakai bertahun-tahun, sehingga hasilnya konsisten antar angkatan.

Seorang penjahit menyesuaikan pakaian yang sedang dikenakan, memperlihatkan pengukuran memakai sampel fisik.
Ilustrasi Unsplash

6. Anggota baru di tengah periode

Himpunan selalu kedatangan anggota di luar jadwal pemesanan. Menyisakan stok adalah keputusan anggaran, bukan keputusan desain.

  • Sisakan beberapa potong pada ukuran tengah yang paling laku, bukan merata di semua ukuran.
  • Catat sisa stok di berkas serah terima, lengkap dengan nomor lotnya.
  • Putuskan sejak awal siapa yang menyimpannya, karena sekretariat berganti penghuni.

7. Masa jabatan satu tahun

AD/ART HIMA Akuntansi Pasal 4 ayat (2) menyebut masa jabatan pengurus adalah satu tahun atau satu periode, terhitung sejak pelantikan atau serah terima jabatan dari pengurus sebelumnya.

Satu tahun adalah waktu yang sangat pendek untuk pengetahuan produksi. Kalau berkasnya tidak tertulis, pengurus berikutnya memulai dari nol dan memesan ulang berdasarkan tebakan.

Satu Lembar Keputusan yang Menutup Perdebatan

Bagian ini adalah pekerjaan hari Senin. Tujuannya satu: mengubah puluhan pendapat di grup menjadi satu halaman yang bisa dibawa ke konveksi.

1. Pisahkan keputusan identitas dari keputusan teknis

Keputusan identitas menyangkut siapa kita: warna, logo, nama angkatan. Keputusan teknis menyangkut bagaimana barangnya dibuat: kain, gramasi, jenis resleting, metode aplikasi logo.

Dua jenis keputusan ini dicampur di hampir semua grup, dan itulah kenapa pembahasannya tidak pernah selesai. Yang satu milik semua orang, yang satu butuh orang yang membaca penawaran.

2. Keputusan identitas: sekali, tertutup, bertenggat

  • Buka voting satu kali saja, dengan tanggal tutup yang tertulis.
  • Sediakan dua sampai tiga opsi jadi, bukan sepuluh, dan bukan kolom isian bebas.
  • Tampilkan tiap opsi sebagai gambar utuh, bukan sebagai daftar sifat.
  • Umumkan hasilnya dengan angka, lalu tutup pembahasannya.

3. Keputusan teknis diambil tiga orang

Ketua, bendahara, dan satu orang yang mengurus desain. Mereka yang membaca penawaran, memegang sampel kain, dan memutuskan.

Tiga puluh orang tidak bisa memilih gramasi kain. Pilihan bahannya sendiri sudah kami uraikan di langkah memilih kain jaket kelas dan, untuk varsity, di perbandingan bahan fleece dan drill.

4. Yang tidak boleh dibuka lagi setelah DP

Setelah uang muka turun, tiga hal dikunci: warna kain, bentuk logo, dan jumlah pesanan per ukuran.

Membuka kembali salah satunya berarti menggeser jadwal produksi, dan untuk himpunan itu berarti menabrak tenggat LPJ. Yang masih bisa berubah hanya hal yang tidak menyentuh kain dan jarum.

5. Isi lembar keputusan itu

Satu halaman, dicetak, ditandatangani penanggung jawab.

  • Nama pemesan resmi: kelas, angkatan, atau nama organisasi.
  • Nama dan kontak satu penanggung jawab.
  • Jumlah total dan rincian per ukuran.
  • Jenis kain dan warna, disertai kode warna bila ada.
  • Daftar elemen di dada, lengan, dan punggung, beserta pemilik tiap elemen.
  • Metode aplikasi logo: bordir, bordir aplikasi, atau sablon.
  • Tanggal hari bagi, lalu tanggal DP dan pelunasan.
  • Tanda tangan, tanggal, dan catatan siapa yang menyimpan berkasnya.

Diagram tiga lapis identitas di dada jaket kampus: lambang universitas milik universitas, logo himpunan milik organisasi, dan nama angkatan milik panitia.
Hanya satu lapis milik panitia

6. Dua pertanyaan yang dikirim sebelum DP

Pertanyaan pertama soal warna: kain untuk seluruh pesanan ini diambil dari satu dye lot atau tidak, dan berapa nomor lotnya.

Pertanyaan kedua soal ketahanan warna. Menurut Tetra Inspection, grey scale ISO 105-A02 menilai perubahan warna pada skala 1 sampai 5, dan grade 4 adalah batas lulus yang lazim dipakai untuk ketahanan warna terhadap pencucian dan gosokan. Untuk uji gosok basah, grade 3–4 kadang masih diterima.

Menanyakan angka itu jauh lebih berguna daripada meminta jaminan bahwa bahannya bagus. Panitia yang membawa satu lembar keputusan dan dua pertanyaan berangka biasanya mendapat penawaran yang lebih jujur sejak awal.

Jaket kampus bukan barang desain. Jaket kampus adalah barang milik seseorang, dan seluruh keputusan yang sulit menjadi mudah begitu pemiliknya jelas.

Selembar dokumen tercetak tergeletak di meja kayu dengan pena di atasnya, siap ditandatangani.
Ilustrasi Unsplash

Siapkan Jaket Kampus Anda Bersama Level Garment!

Panitia jaket membutuhkan lebih dari daftar bahan dan kisaran harga. Yang dibutuhkan adalah konveksi yang mengerti bahwa pesanan himpunan harus bisa diulang, dan pesanan angkatan harus selesai sekali jadi tanpa gelombang kedua.

Level Garment mengerjakan jaket kelas, jaket angkatan, dan apparel organisasi pelajar dari Surabaya. Proses produksinya menyimpan spesifikasi yang bisa dirujuk pada pesanan berikutnya, pemilihan kainnya dibicarakan dengan sampel fisik, dan pengukurannya memakai tabel yang bisa Anda wariskan ke pengurus berikutnya.

Untuk himpunan, itu berarti adik tingkat tidak memulai dari nol. Untuk satu angkatan, itu berarti seluruh pesanan selesai dalam satu batch.

Jika Anda sedang menyusun pesanan jaket untuk kelas, angkatan, atau organisasi kampus, diskusikan kebutuhan Anda bersama tim Level Garment sebelum lembar keputusan itu ditandatangani.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Jaket Kampus (FAQ)

Bolehkah jaket himpunan memakai logo universitas?

Umumnya boleh, karena atribut mahasiswa termasuk keperluan penggunaan logo yang diakui. Peraturan Rektor UNIB Nomor 2 Tahun 2016 Pasal 2 ayat (4) huruf j menyebut "atribut Mahasiswa (Jaket, topi dll)" secara eksplisit.

Syaratnya logo tidak dimodifikasi dalam bentuk apa pun. Ketentuan tiap kampus berbeda, jadi tanyakan ke bagian kemahasiswaan sebelum file dikirim ke konveksi.

Siapa yang memegang file bordir kalau pengurus berganti?

Organisasinya, bukan orangnya. Karena masa jabatan pengurus himpunan umumnya hanya satu tahun, file bordir, spec sheet, swatch, dan nomor lot harus masuk berkas serah terima jabatan.

Mintalah juga salinannya disimpan di konveksi sebagai cadangan, dengan nomor pesanan yang tercatat.

Bisakah satu kelas memesan jaket tanpa lewat himpunan?

Bisa, selama jaketnya tidak mengklaim mewakili himpunan. Yang dipesan adalah jaket angkatan atau jaket kelas, dengan penanggung jawab dari kelas itu sendiri.

Begitu logo himpunan ikut naik ke jaketnya, izinnya berpindah ke organisasi, karena logo itu biasanya tertulis di Anggaran Dasar.

Kenapa warna jaket adik tingkat tidak persis sama?

Karena kainnya kemungkinan besar berasal dari dye lot yang berbeda. Perbedaan suhu, kualitas air, dan komposisi zat warna antar batch pencelupan menghasilkan selisih warna yang kecil tetapi terlihat.

Cara menekannya adalah memesan seluruh kebutuhan dari satu lot, mencatat nomor lotnya, dan menanyakan grade ketahanan warna sebelum produksi jalan.

Sumber Rujukan

Artikel terkait

Tips & Trik Lainnya

Bagikan artikel

Mau bikin custom untuk tim atau komunitasmu?

Konsultasi gratis & penawaran terbaik — jaket, jersey, kaos, semua bisa custom.

Konsultasi WhatsApp